Langit merah yang aku lihat di hari itu, aku tidak akan pernah melupakanya.
Langit terakhir yang aku lihat sebelum aku menghancurkan dunia.
Menghancurkan para manusia yang sudah kehilangan kemanusiaanya
Tapi, karena apa yang aku lakukan , tanpa aku sadri aku sudah menjadi seperti mereka.
Menjadi orang yang sudah membuang kemanusiaanya karena sudah membunuh banyak nyawa hanya karena ke egoisan yang aku miliki.
Tapi, kurasa itu masih lebih baik...
Dan sekarang, di dalam ruang hampa ini, aku tidak tahu kemana aku harus pergi.
Kupikir akan lebih baik jika aku mati, tapi...
"Sayangnya tubuh ini tidak bisa mati meski aku tidak bernafas ataupun hancur saat terkena ledakan planet."
Mengatakan itu dalam pikiranku, aku memejamkan mataku, mencoba terhubung pada sesuatu yang sudah menanamkan kutukan ini padaku.
"Gandora, apa kau tidak bisa membunuhku dan mengambil jiwaku?"
Dan saat aku bertanya...
"Apa maksdumu bocah?"
Sebuah suara menyeramkan menjawab di dalam kepalaku.
"Bukankah, aku sudah mengatakanya saat kita membuat kontrak, Aku akan memberimu kekuatanku dan juga kekuatan dari 50 spirit yang mengikutiku, dan aku tidak akan mengambil apapun darimu, tapi sebagai gantinya kau harus terus hidup dan menghiburku."
Mengatakan itu, suara tersebut kemudian tertawa keras yang bahkan membuat kepalaku jadi sakit.
Jadi apapun yang terjadi aku harus terus hidup untuk menghiburnya? memangnya apa yang bisa aku lakukan di ruang hampa seperti ini.
"Hey, bocah, apa kau menyesal pada apa yang sudah kau lakukan?,kau menyebut dunia yang pernah kau tinggali adalah dunia busuk yang pantas untuk di hancurkan tapi, apa sampai sekarang kau masih menganggapnya seperti itu, apa kau mulai berpikir bahwa sebenarnya ada jalan lain untuk mengubah duna busuk tersebut menjadi dunia yang lebih indah?"
"Apa yang kau katakan? tidak peduli sebanyak apapun aku mengubah orang jahat menjadi orang baik di dunia itu, akan lebih banyak orang baik yang menjadi jahat dengan semakin dewasanya anak-anak di sana."
Benar, dunia yang bahkan aku tidak mau mengingatnya, karena aku tidak bisa mengerti dengan cara pikir orang-orang di dunia itu.
Di saat mereka mengatakan anak kecil sepertiku tidak mungkin bisa berbuat lebih baik dari orang dewasa, tapi mereka apra orang dewasa justru melakukan hal yang jauh beih buruk dari pada binatang.
Tidak peduli sebanyak apa aku memikirkanya aku tidak bisa memahami bagaimana cara dunia itu bekerja.
Ugh, kenapa aku harus memikirkan hal merepotkan seperti itu.
"Hey Gandora, sekarang sudah tidak ada lagi yang bisa aku lakukan untuk menghiburmu, apa kau akan terus membuatku hidup?"
"Untuk itu aku sudah memikirkanya..."
Dan saat dia mengatakan itu, bebatuan dari pecahan planet mulai mengelilingku.
"Begitu, kau akan membuatku tidur sampai saat tepat dimana aku akan di bangunkan?"
"Ya, saat ini kita bergerak tanpa arah, dan entah sampai kapan kita akan terus melayang di ruang hampa seperti ini tapi, alamsemesta itu luas, dan di sana masih banyak planet yang memiliki kehidupan, karena itu aku akan menunggu sampai kita sampai di tempat tersebut, dan saat itu terjadi aku ingin kau menghiburku lagi, temanku..."
Dan bersamaan dengan berakhirnya kalimat yang dia ucapkan, pengelihatanku menjadi semakin berat dan gelap.